Teruslah berjalan hingga kelelahan itu lelah mengikutimu – Mama Aleta

Saya tidak pernah berpikir sebelumnya bahwa saya akan menjadi seperti yang sekarang ini. namun satu hal yang pasti bahwa keberanian mengantarku hingga saya masih berdiri tegak seperti ini. tak banyak orang berpikir untuk orang lain dan kehidupannya namun saya berpikir tentang itu.

komitmen untuk tetap ada di antara “mereka” terlalu kuat sehingga membuat semanggat ini terus bergelora memandang hari esok yang penuh bahagia untuk “mereka”. dalam hati berbisik jangan pernah takut untuk memulai karena satu langkah hari ini menentukan seribu langkah kedepan. banyak orang berpikir untuk bagaiman harus berbuat baik keapda “mereka” namun saya ingatkan berbuat baik tidak harus boros. satu ilustrasi ingin saya kasi adalah:

“jika hidup ibarat laut  maka tak ada laut yang tak bergelombang, semakin tinggi gelombang maka semakin indah dipandang mata. namun, satu hal yang pasti bahwa sekeras-kerasnya ombak, tak akan mampu memecahkan satu karang di pinggir pantai”.

tetap berdirilah dan memandang ke arah sana dan jangan lewatkan satu detikpun untuk berkarya karena kemiskinan ilmu, pengalaman dan lain-lain dikarenakan melewatkan waktu berlalu begitu saja.

jangan penah muncul kemudian hilang…. hilang…. hilang…. hilang…. dan muncul lagi untuk memberi alasan. apakah langkah mu untuk melihat “mereka” terlalu berat ataukah hanya ingin memanfaatkan kesempatan untuk menipu. jangan pernah menimbulkan kesenjangan dengan “mereka” karena dari merekah anda ada dan berkoar-koar.

jangan pernah bertanya tentang saya karena saya selalu rindu dengan mereka, bertanyalah kepada mereka dan renungkanlah. jangan pernah melihat saya terlalu lamban tapi bertanyalah pada dirimu apakah kamu sudah melangkah ataukah belum. jangan pernah melihat dari kesederhanaan dan kebiasaan saya karena dari situlah aku hidup dan berjalan sejauh ini.

salam dari Mama untuk semua. IMG_0227

POKJA OAT & Keberadaanya

Organisasi A’Taimamus atau yang lebiuh dikenal dengan POKJA OAT – Timor Tengah Selatan adalah sebuah Oragnisasi Masayarakat adat ayang secara khusus bergerak di bidang pemberdayaan Masyarakat sejak dibentuk tahun 1999 di Soe oleh Ibu Aleta Kornelia Baun atau yang lebih dikenal dengan  Mama Aleta melakukan pengorganisasian masyarakat Mollo, Amanuban dan Amanatun untuk sama-sama berpikir mengenai peningkatan taraf hidup masyarakat.

sejauh ini POKJA OAT telah berhasil membentuk 800 an kelompok masayarakat adat yang terdiri dari: kelompok tani, kelompok tenun, kelompok ternak, kelompok nelayan dan kelompok pemuda  dengan visi dan misi yang sama untuk meningkatkan taraf hidup masayarakat.

suka dan duka dialami POKJA OAT sampai sekarang ini namun, harapan dan tekad yang begitu kuat untuk pengembangan kelompok terus dilakukan sehingga semua masyarakat dapat merasakan dan mengalami sendiri apa yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat.

IMG_0392

Visi & Misi Pokja OAT

Visi  :

Terwujudnya masyarakat adat (komunitas) yang memiliki akses untuk berpartisipasi aktif dalam mendorong proses pembangunan, yang sejahtera dan berkeadilan social, menghargai prinsip-prinsip demokrasi, kesetaraan gender dan  kearifan-kearifan local, sebagai identitas komunitas.

 

Misi  :

  • Terciptanya mekanisme dan ruang partisipasi bagi masyarakat adat (komunitas) dalam kebijakan pembangunan secara demokratis dan berkeadilan social ;
  • Adanya penghargaan terhadap kearifan nilai-nilai local sebagai identitas masyarakat komunitas ;
  • Adanya kemandirian masyarakat komunitas dalam menjamin adanya kelestarian lingkungan hidup, serta kesetaraan dan keadilan gender.
  • Pengembangan suber daya manusia (SDM) masyarakat komunitas, dengan kemampuan mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), serta pengembangan ekonomi masyarakat komunitas secara mandiri.

 

Untuk mewujudkan visi dan misi Pokja OAT, maka strategi jangka pendek dan menengah, dilakukan pengembangan jaringan kemitraan untuk penguatan masyarakat komunitas, dalam membangun kemandirian dan keberdayaan dengan memegang teguh prinsip-prinsip demokrasi, keadilan dan kesetaraan gender yang berbasis pada kearifan local masyarakat komunitas.